BBPP Binuang

BEKATUL LIMBAH PADI YANG SEHAT DIKONSUMSI

10 Mei 2013, 07:15:00 / Artikel Pertanian / Hits : 6746 / Posted by
BEKATUL LIMBAH PADI YANG SEHAT DIKONSUMSI

 

Oleh : Ir. Hj.Nani Isnawati

 

Bekatul adalah hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang terdiri dari lapisan sebelah dalam padi dan sebagian kecil endosperm berpati. Sebutir gabah terdiri atas pelindung luar, sekam, dan karyopsis (beras pecah kulit). Beras pecah kulit terdiri dari lapisan luar (perikarp, selimut biji, dan badan bakal biji), lembaga dan endosperm. Selama ini yang dianggap layak  dikonsumsi manusia hanyalah beras saja. Sedangkan bekatul  dan dedak dimanfaatkan terbatas untuk pakan ternak. 

 

Di lapangan, karena alat penggilingan tidak memisahkan antara dedak dan bekatul maka pada umumnya dedak dan bekatul  ini bercampur jadi satu yang disebut lunteh. Antara dedak dan bekatul sebenarnya berbeda, Badan Pangan Dunia (FAO) telah membedakan antara dedak dan bekatul. Dedak merupakan hasil penyosohan pertama sedangkan bekatul adalah hasil penyosohan yang kedua. Proses penyosohan merupakan proses penghilangan dedak dan bekatul dari bagian endosperma beras. Dedak lebik cocok dijadikan bahan baku pakan ternak sedangkan bekatul sangat baik untuk bahan pangan.

 

Saat ini  proses penumbukan padi tidak lagi ditumbuk  secara manual, melainkan menggunakan mesin penggiling beras yang disebut huller. Dengan mesin ini  beras yang dihasilkan putih bersih dan bekatulnya terpisah menjadi  serbuk atau tepung  yang berwarna kecoklatan. Dengan demikian, hampir semua bekatul dijual sebagai pakan ternak dan masyarakat luas memakan beras putih bersih yang kandungan gizinya lebih rendah dibandingkan beras tumbuk. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Nurtama et al. (1996) yang dimantapkan oleh Suismono dan Damardjati (2000) menyatakan bahwa sistem penggilingan padi, baik ditinjau dari kapasitas giling maupun teknik penggilingan akan berpengaruh terhadap mutu beras.

 

Jika dilakukan penggilingan gabah sebanyak 100 kg maka akan diperoleh 80 kg beras pecah kulit (brown rice) dan 20 kg sekam. Dari 80 kg beras pecah kulit tersebut akan dihasilkan 70 kg beras sosoh atau beras putih dan 10 kg bekatul hasil sampingan  penggilingan dan penyosohan gabah. Sebenarnya bekatul dapat dibagi atas dua bentuk yanitu berupa bekatul (Polish) sebanyak 3 kg dan dedak (bran) sebanyak 7 kg.

 

Apabila ingin mendapatkan bekatul yang layak dimakan maka ada satu hal penting yang diperhatikan, yaitu sifat bekatul yang mudah rusak atau menjadi tengik. Apabila sudah menjadi rusak atau tengik bekatul ini tidak layak lagi untuk dimakan. Pada umumnya  pemanfaatan bekatul sebagai bahan pangan adalah 24 jam setelah penggilingan. 

 

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengawetkan bekatul. Ada cara tradisional dan modern. Dengan cara tradisional dengan cara proses penyangraian. Cara ini sangat mudah, bekatul diayak halus lalu dipanaskan di penggorengan tanpa menggunakan minyak sambil diaduk sekitar 10 menit. Kelemahan cara ini, bekatul menjadi berwarna coklat tua dan kadang-kadang terus hangus. Bekatul sangrai ini biasanya digunakan untuk makanan makanan kecil, kue kering atau makanan lain yang tidak memerlukan pengembangan volume pada produk akhirnya. Untuk cara modern bisa menggunakan teknologi ekstrusi (cara pengawetan/pengolahan bekatul dengan sistem high temperature short time (HTST). Teknologi ini cukup efektif tetapi sayangnya memerlukan biaya yang lebih besar. Ada metode stabilisasi yang dianggap cukup baik untuk stabilisasi bekatul. Metode tersebut dengan melakukan pengukusan  bekatul selama 30 menit. Kemudian, dilanjutkan dengan pengeringan dan pendinginan.

 

Bekatul kaya akan kandungan vitamin dan kandungan zat gizi lainnya. Bekatul mengandung asam amino lisin yang lebih tinggi dibandingkan beras. Protein bekatul memang nilai gizinya lebih rendah daripada telur atau protein hewani, tetapi lebih tinggi daripada kedelai, jagung dan terigu. Bekatul juga kaya akan kandungan vitamin B komplek (B1,B2,B3,B5,B6 dan tokoferol)  dan serat yang tinggi. Menurut Eijkman (1858-1930) seorang peneliti berkebangsaan Belanda, tiamin (vit. B1) banyak ditemukan dalam bekatul. Eijkmn menemukan bahwa ada hubungan erat antara gejala beri-beri pada ayam dengan pemberian makanan beras giling. Dimana dengan pemberian beras giling yang masih mengandung bekatul jarang ditemukan gejala beri-beri. Selain itu bekatul juga mengandung Pangamanic Acid  yang sering disebut sebagai vitamin B15. Pangamanic Acid  ini berfungsi dalam menurunkan kolesterol, meningkatkan kekuatan jantung, dan sebagai antioksidan.

 

Tabel 1. Komposisi kimia dari gabah dan bagian hasil giling pada kadar air 14 %

 

Tabel 2. Kandungan vitamin bekatul padi

 

Substitusi bekatul padi 15 % pada terigu dilaporkan dapat memberikan hasil optimal terhadap pembuatan cookies dan roti manis. Subtitusi ini dapat meningkatkan kandungan serat pangan (hemiselulosa, selulosa, dan lignin serta niasin) pada produk. Bekatul juga  dapat disubstitusikan  pada tepung beras dalam pembuatan bolu kukus, risoles, dan cucur  hingga 40 %.

 

Di Jepang, bekatul dikonsumsi dalam bentuk minuman. Contohnya adalah Fibe Min (yang disebut sebagai minuman terlaris di Jepang). Sedangkan di Indonesia Bekatul belum banyak dimanfaatkan. Padahal bekatul bisa dibuat menjadi bahan makanan yang enak dan bergizi. Contohnya Bekatul bisa dicampur dalam kuah laksa, bahan kulit risoles, atau menjadi campuran bahan untuk membuat bubur dan roti.

 

DAFTAR PUSTAKA

1.Dr. Ir. Evy D, dr, Liem T. T, Lily Arbianto.  Rice bran. Makanan sehat alami mengandung antioksidan,multivitamin dan serat tinggi untuk penangkal penyakit degeneratif.Cetakan ke 1. Jakarta: Penebar plus, 2007

2.Prof. Dr. Made Astawan. 2009. Bekatul gizinya kaya betul. http://www.kompas.com

3.Widowati Sri. 2001. Pemanfaatan hasil samping penggilingan padi dalam menunjang sistem agroindustri di pedesaan. Buletin AgroBio: 4(1): 33-38

4.Ardiansyah. 2004. Sehat dengan mengkonsumsi bekatul. http://www.Gizi.net

 
Print

Tags : bekatul
Berita Lainnya :


Tinggalkan Komentar Anda
Nama
URL
Komentar
Kode Verifikasi 191 + 1 = ?

Info Lelang

LPSE Kabupaten Tapin

Sistem Informasi

SIDAYA
SIREGE
E-LIBRARY
E-LEARNING
KOMUNITAS
WIDYAISWARA

Banner

Kabupaten Tapin

Link

  1. Facebook Twitter You Tube

Statistik

Total Hits
Pengunjung
Hari Ini
Hits Hari Ini
Online
IP
Browser
: 150733
: 55015
: 30
: 82
: 1
: 54.226.161.112
: Other

Kontak Admin

w21_samodra

Polling

Website ini menurut anda?

 Sangat menarik

 Menarik

 Cukup

 Jelek